Cara Mengajukan Resign yang Benar!

sedang memberikan surat resign

Saat kamu di lingkungan toxic, maka kamu pasti berpikiran ingin keluar. Apalagi kerja, membuatmu cepat-cepat hengkang atau keluar dari tempat tersebut. Alasannya, kamu mau menyelamatkan mentalmu dan menemukan tempat yang layak untuk menerimamu.

Tetapi, untuk tidak memperlihatkan bahwa kamu tidak kuat akan hal tersebut, maka kamu diharuskan profesional dalam mengajukan resign atau mengundurkan diri. Bagaimana caranya? Terdapat berbagai cara yang bisa ditmpuh selama cara tersebut benar dan bersifat profesional.

Diantaranya?

1. Tulis surat pengunduran diri

Ini perlu yah, dan disiapkan pertama kali sebelum kamu sudah memikirkan matang dan mantap akan pengunduran dirimu di suatu perusahaan atau tempat kerja. Berikan kesan baik, dalam surat tersebut dengan kata-kata yang baik dan profesional.

Isi tujuan resign dengan jelas, agar tidak ada salah paham dalam pemikiran perusahaan (HRD). Terdapat banyak contoh surat pengunduran diri di internet, tinggal pilih berdasarkan kebutuha saja. Jangan lupa, tata bahasa yang sopan juga perlu, agar kita tetap mendapatkan citra yang baik.

2. Cari waktu yang tepat dalam membahas hal ini ke atasan

Pastikan, kamu dan atasan senggang. Jangan sampai, cari waktu yang salah, dan bertepatan seorang atasan sedang tidak dalam kondisi baik. Jaga image itu perlu, dan jaga perasaan atasan agar bisa berpikir jernih. Kamu bisa mengetahuinya dengan mengomunikasikan langsung.

Bicara mengenai hal ini memang tidak mudah, tapi jangan ragu, walaupun bahasannya terbilang sensitif. Selama kamu bisa, maka lakukan yang terbaik, saat minta waktu atau jadwal untuk berbicara berdua. Via telepon dan email sangat membantu, bagi kamu yang mempunyai atasan sibuk.

3. Ajukan “one month notice” sebelum meninggalkan tempat kerja

Resign yang baik, adalah dengan meninggalkan kantor maupun tempat kerja 1 bulan setelah mengomunikasikan atau mengajukan resign. Hal tersebut, untuk memberikan waktu bagi perusahaan dalam mencari pegawai baru sebagai pengganti kamu.

Artikel Terkait  Apa itu Tes Wartegg, Teknis, dan Tips Cara Mengerjakannya

Aturan tersebut, sudah ada pada UU Pasal 26 ayat 2 Keputusan Menteri Tenaga Kerja tentang syarat mengundurkan diri. Walaupun, itu tidak berlaku bagi semua perusahaan, tetap kita menyesuaikan pada aturan kerja yang ada saja.

4. Beritahu ke rekan kerja

Ini opsional, dalam artian jika perlu yah maka bilang, jika tidak yah tidak. Maksudnya adalah, saat kerjamu sedang berada dalam kerja tim, maka kamu bisa memberitahukan ke salah satu pihak yang terkait agar job-nya diselesaikan bulan ini dan jangan ditambah, karena alasan resign tersebut.

Kemudian, bagi kamu yang mempunyai rekan kerja yang dekat, bisa memberitahukannya secara jelas, atau biasa saja di luar kantor. Hal itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terlalu lama, apalagi sudah membahas ke hal pribadi bukan kerjaan.

5. Melatih atau training penggantimu

Sebelum resign, biasanya kamu akan melatih karyawan baru pengganti pekerjaanmu. Biasanya, tidak sampai sebulan, perusahaan sudah mendapatkan hal tersebut. Tidak semua aturan ini berlaku. Jika perusahaan mempunyai aturan tersebut, maka tidak apa-apa lakukan, selama masih bisa.

Jika tidak bisa, kamu bisa menolak secara halus dan sopan, dengan alasan logis. Entah karena keluar kota, dan hal-hal lainnya yang tidak bisa dipending atau ditunda. Berikan panduan secukupnya saja, sesuai kebutuhan saja. Takutnya, karyawan baru malah bingung dan gagal paham.

6. Selesaikan semua pekerjaan

Bagi yang memiliki pekerjaan tanggungan, maka selesaikan dengan benar dan baik. Jangan sampai tergesa-gesa hanya mengejar waktu. Tapi jika memang bisa, alangkah lebih baik dipercepat. Buat pekerjaanmu menjadi hasil terbaik sebisamu, menurut versimu.

Artikel Terkait  Ini dia Tips Mengikuti Lelang Tender dengan Strategi!

Agar kamu tetap terjaga secara image maupun kualitas. Kamu juga harus berpikir bahwa, di tugas terakhir itu, berikan yang terbaik. Anggap saja, ini adalah dedikasimu terakhir dan rasa terima kasih kaena sudah diterima dan dipekerjakan di sana.

Setidaknya, tempat itu membawa kenangan, pengalaman, dan bantuan dana untuk kehidupan sehari-hari yang tak ternilai atau berharga. Belum tentu dirasa di tempat kerja maupun pengalaman lainnya. Semoga, dengan cara di atas kamu jadi paham bahwa cara resign yang benar adalah seperti itu.

 


Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *