Bisnis, pasti ada pasang surutnya, dan untuk menangani di saat-saat sulit, kita perlu strategi dan ilmu akan pencegahan kerugian berdasarkan bisnis yang dijalani. Setiap usaha, memiliki kelemahan, dan kita perlu tahu, sebelum memulai. Salah satunya usaha bengkel.
Kelihatannya, mungkin bengkel motor jika dijadikan bisnis, cukup untung karena dilihat-lihat banyak yang membutuhkan jasa ini, dan anak-anak muda sekarang lebih suka praktis tanpa tahu ilmunya. Tetapi tetap, tergantung rezeki, dan kualitas jasa.
Berikut ini, adalah kelemahan dari usaha bengkel motor, diantaranya:
1. Dilihat dari Lokasi
Jika lokasi bengkel tidak strategis, maka memungkinkan minim pelanggan. Walaupun dibantu oleh promosi digital atau pelanggan yang lama pakai jasa kita, tetap akan kalah dengan lokasi yang strategis. Karena tanpa 2 hal itu, kalau lokasinya strategis, pasti mengundang banyak orang untuk hadir.
2. Dilihat dari Pelayanan
Ternyata, pelayanan yang maksimal, juga diperlukan untuk customer. Pelayanan yang bagus, karena berkaitan dengan citra jasa dan keberlangsungan bsinis. Customer, bisa saja kembali lagi, jika pelayanannya bagus. Tidak hanya secara servis, tapi perlakuan juga. Jadi sama-sama seimbang.
3. Dilihat dari Harga
Jika harga terlalu tinggi daripada jasa servis motor lainnya, maka customer bisa saja pindah, apalagi pelayanannya sama dan kualitasnya juga baik. Pastikan harga, sesuai dengan kualitas servis dan sparepart yang ada. Jadi, customer tidak menyesal untuk kesini.
4. Dilihat dari Karyawan
Jika kita mempunyai karyawan yang berkualitas, maka terjamin customer untuk tetap datang kesini. Jika kualitas servis tidak terlalu bagus, setidaknya dengan adanya karyawan yang profesional, mampu membantu personal branding atau komunikasi yang bagus.
5. Dilihat dari Kepercayaan Konsumen
Jadi, dengan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi, maka jasa bengkel motor milik kita akan bagus di mata customer, dan bisa direkomendasikan untuk calon customer lainnya berkunjung, mencoba jasa servis kita. Jadi, tingkat kepercayaan customer sangat memengaruhi reputasi jasa bengkel.
6. Dilihat dari Upah Karyawan (Montir)
Kita sebagai pebisnis, harus tahu jumlah dan upah yang diberikan kepada montir, agar tidak salah paham dan untuk jangka panjangnya. Jadi, mencari montir yang bagus dengan gaji menyesuaikan memang susah. Tapi kalau upah untuk montir sudah dipikirka
n, maka tinggal on saja tidak apa-apa.
7. Dilihat dari Saingan (Kompetitor)
Jadi, yang namanya usaha atau bisnis pasti ada kompetitornya, kecuali yang masih start up, unik, dan belum ditiru, atau dimodifikasi oleh orang lain. Jadi, memang harus punya skill atau identitas diri, agar bengkel tetap maju dan lancar. Buat layanan yang menarik atau beda dari kompetitor lainnya.
8. Dilihat dari SDM Teknisi
Perlunya SDM teknisi yang handal, memang perlu, agar kualitas terjamin, dan banyak pelanggannya. Karena dari kualitas terjamin, pasti banyak customer yang terundang untuk mencobanya. Menguasai teknik, dalam permotoran memang benar, tidak mengandalkan teknisi saja.
9. Dilihat dari Manajemen
Manajemen bengkel yang bagus, menghasilkan bisnis bengkel yang maju dan berkembang. Karena, masih saja banyak pengusaha yang tidak bisa atau tidak mau belajar manajemen bisnis. Itu diperlukan, untuk bisnis bisa berkembang, misal buka cabang. Kalau itu-itu saja, berarti tidak mau berkembang.
10. Dilihat dari Rincian Biaya Buka
Kita perlu rinci modal buka usaha ini, jadi tidak asal-asalan. Disini, dengan maksud agar keuntungan dan jangka panjang masih ada. Dikatakan, biaya modal buka jasa bengkel ini murah. Bisa lumayan, jika tidak bisa dipertimbangkan dengan maksimal. Ingat, usaha yang sukses dari persiapan yang matang.
Jadi, pilih yang mana? usaha bengkel atau yang lainnya?
Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini







